JENDELA KITA


SISWA PENCONTEK BERMENTAL KORUPTOR

Shin Mi-shun, seorang praktisi perfilman Korea yang terlibat dalam program pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah Korea Selatan menemukan data mengejutkan. Sebagian besar korupsi bukan dilakukan para politisi atau pelaku bisnis, tapi justru melibatkan siswa dan guru.


Menurut Mi-shun, sekolah saat ini banyak mengalami dekadensi, karena membiarkan munculnya bentuk-bentuk tingkah laku koruptif. Itu terjadi karena sekolah sering menganggap abnormalitas, seperti perilaku mencontek, sebagai hal umum, sepele dan tidak serius. Walau tidak membenarkan perilaku ini, tapi banyak sekolah sering tidak tegas member sanksi bagi tindakan cikal sifat koruptif ini.
Mi-shun merujuk riset Franklyn-Stokes dan Newstead (1995) serta Generaux dan Mc. Leod (1995) yang menyatakan, banyak aksi mencontek yang didahului dengan perencanaan matang dan dilakukan secara terorganisasi. Para criminal kejahatan kerah putih (koruptor) juga dipraktekkannya.
Sayangnya, tak banyak orng menyadari bahwa kebiasaan mencontek dan ragam pelanggaran lain di sekolah merupakan kunci terjadinya kelainan psikologis yang serius, yaitu gangguan kepribadian anti social. Menurut Kemberg (1998), gangguan kepribadian antisocial merupakan bentuk terparah karakter narsistis psikologis.
Orang yang suka mencontek, adalah individu pengidap kepribadian antisocial yang termasuk tipe pasif parasitic. Tanda-tanda kepribadian menyimpang ini sudah timbul sejak usia belia. Gangguan perilakunya tampak dalam wujud mencontek, berbohong dan mengeksploitasi orang lain.
Apabila hal-hal ini tumbuh dan berkembang sejak usia dini dalam lingkungan social, benih kepribadian antisocial akan diserap dan ditoleransi. Hal yang tidak wajar juga akan dianggap wajar.
Dinamika psikologis seperti ini memberikan penjelasan atas penelitian Nonis dan Swift (1998), Harding, Passow dan Finelli (2003), serta Lawson (2004) yang menyebutkan, pelajar yang melakukan ketidak jujuran akademik cenderung akan melakukan ketidakjujuran di lingkungan kerja.



Bagamana dengan kalian sebagai mahasiswa akademi keperawatan??? Dari hasil penelitian ditemukan sebanyak 87% mahasiswa Aker Pamekasan pernah mencontek. Mencontek adalah perilaku yang seakan-akan biasa dilakukan dengan melalui perencanaan yang matang seperti menggunting hand out, menulis dalam kertas kecil yang dilipat-lipat kecil dan dimasukkan ke saku, menulis dipaha, di baju, rok dan pakaian lain. Yang lainnya mengeksploitasi orang lain dengan mencontek pada teman-temannya yang lebih pintar.
Nah kan……………..???

Komentar